Mengambil Hikmah dari Kematian para Personel Band THE RAMONES
![]() |
| Para Personel Band THE RAMONES |
Joey yang pernah didiagnosa kena penyakit lymphoma pada tahun 1995, meninggal karena sakitnya itu pada 15 April 2001 di New York. Pada 5 Juni 2002, Dee Dee tewas karena overdosis heroin di rumahnya di Hollywood. Johnny, yang menderita penyakit kanker prostat, akhirnya juga meninggal pada 15 September 2004 di Los Angeles. Tommy Ramone, sang penebuh drum, akhirnya juga meninggal pada 11 July 2014 karena kanker saluran empedu.
Mereka semua meninggal dalam kondisi sakit maupun overdosis, yang semuanya disebabkan oleh gaya hidup mereka semasa mereka hidup. Jika kalian menyimak lagu-lagu THE RAMONES, kalian baru akan menyadari bahwa apa yang mereka sampaikan dalam lirik lagu tidak jauh dari urusan mabuk-mabukan, menghirup lem, ganja, dan seks bebas. Jelas itu semua adalah penyebab utama penderitaan dari sakit yang mereka alami.
Ada sebuah lagunya berjudul “I Wanna Be Sedated” (Aku pengen sakau):
24 jam berlalu, aku pengen banget sakau
Nggak tau apa yang harus kulakukan, tidak tahu harus kemana,
Aku pengen banget sakau.
Bawalah aku ke airport, masukkan aku ke pesawat
Cepat, cepat, cepat, sebelum aku gila
Aku nggak bisa mengontrol jari-jariku,
Aku nggak bisa mengontrol otakku,
oh, oh, oh…
Jelas saja mereka sakit aneh-aneh, bahkan ada yang overdosis, kalau selama ini mereka mengkampanyekan kemaksiatan. Berapa banyak anak-anak muda yang menggemari THE RAMONES kemudian mencoba semua hal buruk yang didakwahkan oleh band tersebut.
Ali bin Abi Tholib –radhiyallahu ‘anhu– mengatakan,
“Tidaklah musibah tersebut turun melainkan karena dosa. Oleh karena itu, tidaklah bisa musibah tersebut hilang melainkan dengan taubat.” (Al Jawabul Kaafi, hal. 87)
Perkataan ‘Ali –radhiyallahu ‘anhu– di sini selaras dengan firman Allah Ta’ala,
“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri,…” (QS. Asy Syuraa: 30)
Banyak anak-anak muda terlena dengan dunia. Mereka hidup hanya dipergunakan untuk bersenang-senang. Kemudian mereka memilih gaya hidup dari pujaan-pujaan mereka yang sebenarnya sesat dan menyesatkan.
Seorang khalifah bernama Umar bin Abdul Aziz pernah berkata, “Aku tidaklah pernah melihat suatu yang yakin kecuali keyakinan akan kematian. Namun sangat disayangkan, sedikit yang mau mempersiapkan diri menghadapinya.”
Maka jangan sampai kita mengalami hal yang serupa dengan para personel THE RAMONES yang akhir hidupnya tragis. Matinya su’ul khotimah. Na’udzubillah.
Penulis: Aik
(jurnalmuslim.com/punkmuslim)

0 Response to "Mengambil Hikmah dari Kematian para Personel Band THE RAMONES"
Post a Comment